skip to main |
skip to sidebar
Menempuh jalan kesunyian, itulah
yang selalu diucapkan Ajo Kawir, ketika setiap orang menantangnya untuk
berduel. Jagoan duel dari kampung Bojong Soang itu belajar dari ‘burung’-nya.
Ia tak lagi mengutuki ‘burung’-nya yang tak bisa berdiri seperti saat Ajo Kawir
berusia belasan tahun. Lelaki itu kini menjadi seorang supir truk dan menikmati
liku jalanan lintas Jawa-Sumatra atau terkadang Jawa-Bali. Kehidupan seorang
supir truk yang serba keras harus ia lalui hanya dengan seorang kenek berusia
sembilan belas tahun untuk menempuh jalan kesunyian seperti yang dilakukan
‘burung’-nya.