Dua
hari lalu aku masih menyaksikan lelaki paruh baya itu mengayuh sepedanya menuju
tempatnya bekerja. Ia seorang buruh proyek yang bekerja dibawah seorang
kontraktor yang saat ini sedang menyelesaikan sebuah proyek gedung pencakar
langit, yang nantinya akan dijadikan sebagai apartement. Sejauh pengamatanku,
apartement yang terletak diseberang tempat kerjaku itu sudah setengah jadi.
Lantai satu dan dua sudah mulai ditempati oleh orang-orang pendatang.
“Kau
harus menghadiri eksekusi seorang buruh proyek itu! Kita tidak boleh melewatkan
satu pun dari berita ini! Kau bisa menjadikannya head line news untuk edisi yang akan terbit lusa,” seorang pimpinan
redaksi memerintahku terjun ke lapangan untuk mengupas lebih jauh lagi mengenai
eksekusi yang dijatuhkan pada seorang buruh proyek itu.