Aku terjun…
Merajut renda-renda
cinta
Dibawah naungan
rembulan,
Mencoba simpulkan
senyummu
Diantara bias-bias
cahayanya
“Ah, hampir selesai,” aku tersenyum bangga dihadapan kain
sulamku yang hampir terselesaikan. Nuansa pantai ketika malam hari yang dihiasi
sorot rembulan diatasnya, nampak
terkesan indah. Kurajut namaku dan namanya ditengah rembulan itu. Kilau cahaya
kasih sayang yang seakan tak pernah pudar, menjadi pelita dalam nada-nada
hampa.
“Ehem, nama siapa thu?” goda seorang sahabatku
setelah membaca nama seseorang yang bersanding dengan namaku.
Aku hanya menjawab dengan senyuman.
Seolah itu cukup untuk mewakili segenap perasaanku. Ku tatap sulaman yang
terukir namanya. Ku bayangkan sebuah wajah dengan simpul senyum yang menghias
bibirnya. Rona senja berkilat dengan bias-bias mentari yang hampir tenggelam.
Semilir angin memeluk rindu tak bertepi. Ku cerna semuanya dalam alunan nada.
Genggaman erat tanganku masih terasa dilubuk hati, mengenggam sebuah cinta
padanya.