Kamis, 04 Juli 2013

REMBULAN DI LANGIT HATI



Aku terjun…
Merajut renda-renda cinta
Dibawah naungan rembulan,
Mencoba simpulkan senyummu
Diantara bias-bias cahayanya

            “Ah, hampir  selesai,” aku tersenyum bangga dihadapan kain sulamku yang hampir terselesaikan. Nuansa pantai ketika malam hari yang dihiasi sorot rembulan  diatasnya, nampak terkesan indah. Kurajut namaku dan namanya ditengah rembulan itu. Kilau cahaya kasih sayang yang seakan tak pernah pudar, menjadi pelita dalam nada-nada hampa.
             “Ehem, nama siapa thu?” goda seorang sahabatku setelah membaca nama seseorang yang bersanding dengan namaku.
            Aku hanya menjawab dengan senyuman. Seolah itu cukup untuk mewakili segenap perasaanku. Ku tatap sulaman yang terukir namanya. Ku bayangkan sebuah wajah dengan simpul senyum yang menghias bibirnya. Rona senja berkilat dengan bias-bias mentari yang hampir tenggelam. Semilir angin memeluk rindu tak bertepi. Ku cerna semuanya dalam alunan nada. Genggaman erat tanganku masih terasa dilubuk hati, mengenggam sebuah cinta padanya.

Tari Kathowong






Identitas Pencipta

1. a. Judul Karya Seni             : Tari Kreasi Baru berjudul “Kathowong”     
    b. Jenis Karya Seni              : Seni Tari
    c. Kategori                          : Perorangan
2. Pencipta Utama:
    a. Nama Lengkap                : Kartika Bayuwati, S. Pd
    b. Jenis Kelamin                  : Perempuan
    c. Tempat, Tgl, Lahir           : Sleman, 4 Juni 1962
    d. Pangkat/Gol/NIP                        : Pembina/IV.a/19620604 198412 2 005
    e. Jabatan                            : Guru Pembina
    f. Unit Kerja                        : SMP Negeri 3 Berbah
    g. Alamat Unit Kerja          : Jogotirto, Berbah, Sleman
    h. Alamat Rumah                 : Perumahan Cepoko Indah E 48 Rt 08 Kuden, Sitimulyo, Piyungan, Bantul
3. Jumlah Pencipta                  : 1 orang
4. Lokasi Penciptaan               : SMP N 3 Berbah, Sleman
5. Waktu Penciptaan               : 3 Bulan (Februari 2010 s.d April 2010 )
 



Kathowong berasal dari kata nini thowong atau nini thowok. Kathowong  merupakan bahasa jawa yang berarti para nini thowong atau para nini thowok. Dalam cerita Jawa nini thowong digambarkan sebagai boneka hantu berwujud wanita.  Nini thowong merupakan permainan Jawa yang menggunakan properti booneka semacam jailangkung yang berkelamin perempuan. Menurut cerita Jawa, nini thowong ini merupakan boneka hantu perempuan yang dirasuki oleh roh anak bajang. Permainan ini semacam pemanggilan roh supaya merasuk ke dalam boneka tersebut yang bertujuan untuk mencari anak-anak kecil yang hilang ketika bermain saat petang.
 Tari Kathowong  menggambarkan  para remaja putri yang sedang bermain dan bersenang-senang dengan  menirukan gerak-gerik para  hantu Kathowong yang sedang menari-nari. Mereka bergaya, bepakaian serta berias dengan wajah  menyerupai Nini Thowong.

prev